Kain
Water Repellent vs Waterproof pada Kain: Apa Bedanya?
Water repellent dan waterproof sering dianggap sama, padahal keduanya menggambarkan perlindungan terhadap air yang berbeda. Kenali perbedaannya agar lebih tepat memilih kain untuk jaket, tas, cover, tenda, dan kebutuhan tekstil lainnya.
Istilah water repellent dan waterproof sering ditemukan ketika memilih kain untuk jaket, tas, cover kendaraan, tenda, jas hujan, maupun perlengkapan outdoor.
Keduanya sama-sama berhubungan dengan air, tetapi water repellent dan waterproof bukan berarti hal yang sama. Memahami perbedaannya penting agar kain yang dipilih sesuai dengan fungsi produk dan tingkat perlindungan yang dibutuhkan.
Apa Itu Water Repellent pada Kain?
Water repellent (WR) menggambarkan karakter kain yang membantu menolak pembasahan pada permukaannya. Ketika terkena air, tetesan air cenderung membentuk butiran dan lebih mudah mengalir dari permukaan kain.
Secara teknis, AATCC mendefinisikan water repellency sebagai karakteristik serat, benang, atau kain untuk menahan pembasahan. Salah satu metode yang digunakan untuk mengevaluasi karakter tersebut adalah spray test.
Untuk penjelasan teknis mengenai pengujian water repellency, Anda dapat membaca referensi dari AATCC mengenai Water Repellency Spray Test.
Water repellent cocok ketika produk membutuhkan perlindungan terhadap percikan atau paparan air pada permukaan, tetapi kebutuhan setiap produk tetap harus dilihat dari konstruksi kain dan penggunaan akhirnya.
Apa Itu Waterproof pada Kain?
Waterproof (WP) digunakan untuk menggambarkan tingkat perlindungan yang lebih tinggi terhadap penetrasi air melalui material.
Dalam tekstil teknis, kemampuan kain menahan penetrasi air dapat dievaluasi menggunakan metode pengujian tertentu, termasuk tekanan hidrostatik. Artinya, penilaian waterproof yang lebih teknis tidak cukup hanya dengan melihat apakah air membentuk butiran di permukaan.
Karena itu, kain yang terlihat menolak air belum tentu memiliki tingkat ketahanan penetrasi air yang sama dengan kain yang memang dirancang untuk kebutuhan waterproof.
Water Repellent dan Waterproof: Apa Perbedaannya?
Perbedaan utamanya terletak pada fungsi perlindungan terhadap air.
- Water repellent: berfokus membantu air membentuk butiran dan mengalir dari permukaan kain sehingga kain lebih sulit terbasahi.
- Waterproof: berfokus pada kemampuan material memberikan perlindungan terhadap penetrasi air.
Dengan kata lain, melihat butiran air pada permukaan kain merupakan indikator yang berguna untuk memahami sifat water repellent, tetapi bukan satu-satunya dasar untuk menentukan kemampuan waterproof suatu material.
Apakah Water Repellent Berarti Waterproof?
Tidak selalu.
Kain dapat memiliki permukaan yang sangat baik dalam menolak tetesan air, tetapi hal tersebut tidak otomatis berarti kain memberikan perlindungan yang sama terhadap air ketika terkena tekanan, hujan dalam waktu lama, atau kondisi penggunaan yang lebih berat.
Sebaliknya, suatu sistem kain waterproof juga dapat memiliki finishing water repellent pada permukaan untuk membantu air membentuk butiran dan mengalir sebelum membasahi lapisan luar.
Contoh Penggunaan Water Repellent
Kain dengan karakter water repellent dapat digunakan untuk berbagai produk yang membutuhkan perlindungan terhadap percikan atau paparan air pada permukaan.
- Jaket ringan
- Tas dan ransel
- Cover kendaraan
- Payung
- Perlengkapan outdoor tertentu
Pemilihan tetap harus mempertimbangkan konstruksi kain, jenis finishing, intensitas penggunaan, dan kebutuhan produk akhirnya.
Contoh Penggunaan Waterproof
Material dengan kebutuhan waterproof biasanya dipertimbangkan ketika produk membutuhkan perlindungan terhadap penetrasi air yang lebih tinggi.
- Jas hujan
- Tenda dan shelter
- Dry bag
- Cover untuk kondisi cuaca lebih berat
- Perlengkapan outdoor tertentu
Namun, performa produk jadi tidak hanya bergantung pada kain. Jahitan, sambungan, resleting, desain, coating, serta proses produksi dapat menentukan apakah keseluruhan produk mampu memberikan perlindungan terhadap air sesuai target.
Bagaimana Cara Memilih antara WR dan WP?
Jangan memilih hanya berdasarkan istilah WR atau WP. Mulailah dari kondisi penggunaan produk.
- Apakah produk hanya terkena percikan atau hujan ringan?
- Apakah produk akan digunakan dalam hujan lebih lama?
- Apakah air dapat memberikan tekanan pada permukaan kain?
- Berapa berat kain yang dibutuhkan?
- Apakah produk perlu tetap ringan dan mudah dilipat?
- Bagaimana konstruksi jahitan dan desain produk akhirnya?
Untuk produksi dalam jumlah besar, pengujian sampel pada kondisi yang mendekati penggunaan sebenarnya tetap menjadi langkah yang baik sebelum menentukan material.
Contoh Kain Murmo dengan Proses WR/WP
Salah satu material Murmo yang menggunakan proses WR/WP adalah Parasut WP Ripstop.
Kain tersebut menggunakan bahan 100% polyester dengan konstruksi ripstop dan gramasi sekitar 68 GSM. Karakternya ringan dan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti jaket, cover kendaraan, tenda, tas, dan payung.
Untuk mengenal konstruksi, spesifikasi, serta penggunaannya lebih lengkap, baca juga panduan Parasut WP Ripstop.
Kesimpulan
Water repellent dan waterproof memiliki fungsi yang berkaitan, tetapi tidak identik. Water repellent terutama berkaitan dengan kemampuan permukaan tekstil menahan pembasahan sehingga air cenderung membentuk butiran dan mengalir, sedangkan waterproof berkaitan dengan tingkat perlindungan material terhadap penetrasi air.
Karena kebutuhan setiap produk berbeda, jangan menentukan kain hanya berdasarkan label WR atau WP. Pertimbangkan konstruksi kain, finishing, kondisi penggunaan, desain produk, serta tingkat perlindungan yang benar-benar dibutuhkan.
Sedang mencari kain untuk produk yang membutuhkan karakter WR/WP? Lihat Parasut WP Ripstop di Murmo atau pelajari terlebih dahulu karakteristik Parasut WP Ripstop sebelum menentukan material untuk produksi.